Sadis! Badan Lembam, Kepala Bengkak, Bocah 3 Tahun Diduga Dianiaya Ibunya Hingga Tewas

BUSER-ASAHAN | Seorang bocah perempuan berinisial AP (3) tewas mengenaskan. Banyak luka lembam akibat benturan benda keras ditubuhnya. Diduga korban tewas akibat dianiaya ibu kandungnya sendiri. Sadis!

Informasi yang didapat wartawan busersumut.com, Senin (21/5/2018), korban diketahui anak ketiga dari tiga bersaudara tinggal bersama Ernita (28) ibunya di Dusun IV Desa Asahan Mati Kabupaten Asahan.

Bocah perempuan malang itu pertama kali diketahui meninggal oleh warga pada, Minggu (20/5/2018) jam 22.00 wib, selanjutnya temuan itu pun dilaporkan oleh aparat desa setempat.

Warga yang curiga dengan kamatian korban lantas melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

“Rencananya jenazah korban mau dikebumikan esok harinya, tapi pada saat diamandikan, terlihat banyak luka memar disekujur tubuh korban, karena curiga, makanya kami laporkan kejadian sama pihak kepolisian,” kata warga.

Dari hasil penyelidikan petugas, terdapat beberapa luka memar disekujur tubuh korban seperti di siku tangan sebelah kiri dan kanan, dikening, dibahu, di kedua lengan tangan, lutut dan paha kaki serta bengkak dibelakang kepala.

Untuk memastikan penyebab kematiannya, jenazahnya dibawa ke rumah sakit di Siantar untuk dilakukan otopsi. Sementara ibu kandung balita itu hingga sore hari masih dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangannya di Mapos Bagan Asahan.

Kades Asahan Mati, Z. Sibarani kepada busersumut.com mengatakan bahwa setelah melihat korban, pihaknya menaruh curiga melihat kondisi fisik korban sehingga dilaporkan ke pihak berwajib. Karena menurutnya, anak ketiga dari tiga bersaudara itu selama ini sudah sering diperlakukan kasar oleh kedua abangnya yang tinggal bersama ibunya. Sementara suaminya sudah lama pergi sejak korban lahir.

“Secara administrasi pemerintahan, mereka belum terdaftar warga disini karena masih numpang domisili didesa ini. Dari informasi masyarakat bahwa ibunya sudah sering memarahi anak itu. Sehingga kita menduga kematiannya karena dianiaya melihat kondisi nya sangat tidak wajar, banyak luka memar disekujur tubuhnya, ” ucap Sibarani.

Sementara, Samsi (50) tetangga rumah korban mengatakan bahwa si anak perempuan itu baru beberapa bulan tinggal bersama ibunya. Karena sejak ditinggal pergi suaminya, gadis kecil itu sering diasuhkan ke orang lain. Sementara di dalam rumah itu, mereka tinggal bersama adek dari ibunya yang juga sudah menikah.

“Setau saya ibu itu punya tiga anak, dua laki-laki dan satu perempuan yaitu yang meninggal. Semuanya itu lain bapak, karena ibunya sudah 3 kali menikah, sehingga si perempuan ini sering diasuhkan ke orang. Dan baru beberapa bulan tinggal disini. Kita juga sering mendengar anak itu sering dimarahi omaknya. Meski bertetangga, kita jarang bertutur sapa. Karena setiap harinya ibunya pergi malam, pulang pagi. Kita juga kurang mengetahui kepribadian nya karena ibunya pendiam, ” tuturnya.

Penyelidikan yang dilakukan petugas jelas mendapat dukungan dari warga. Warga berharap pihak kepolisian segera mengungkap kasus kematian bocah malang itu.

Sementara itu, Kapolsek Sei Kepayang AKP Sunarto didampingi Kapos Bagan Asahan Iptu Sabran saat dikonfirmasi Wartawan diruangannya membenarkan kejadian itu. Namun dikatakannya, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian anak itu.

Namun, ia mengakui bahwa disekujur tubuh bocah itu terdapat luka memar disekujur tubuhnya.

“Saat ini masih dilakukan proses penyelidikan. Kita sudah lakukan olah TKP dan identifikasi korban. Selanjutnya untuk keperluan penyelidikan, jenasah sudah dibawa ke Siantar untuk di otopsi. ” pungkasnya. (Heri)