Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Dari Makam Jenderal Soedirman, Panglima TNI Lanjut Ziarah ke Ngoto

12/10/17, 13:03 WIB Last Updated 2020-10-16T09:47:46Z

istimewa

BUSER-NEWS.COM-YOGYAKARTA | Rangkaian ziarah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto tidak berhenti di makam Jenderal Soedirman. Hadi juga ziarah ke Ngoto, Kabupaten Bantul.

"Hari ini (selepas ziarah di makam Soedirman), saya akan berziarah ke Ngoto, kompleks Monumen Perjuangan TNI AU. Di sana ada makam pahlawan nasional Agustinus Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh," kata Marsekal Hadi, kepada wartawan di TMP Kusumanegara, Minggu (10/12/2017). 

Marsekal Hadi menjelaskan, Adisutjipto merupakan orang yang pertama kali menerangkan pesawat tipe cureng berlogo merah putih di atas langit Yogya pada tahun 1945.

"Tepatnya pada 26 Oktober 1945, sehingga menjadi tonggak sejarah penerbangan Indonesia dan ada pesan menjaga kedaulatan NKRI," jelas Hadi. 

Adisutjipto juga terlibat dalam berbagai operasi militer TNI AU. Sementara itu, Abdulrachman Saleh waktu masih hidup kerap dijuluki 'karbol'. Juga dikenal sebagai tokoh radio Indonesia, bapak fisiologi kedokteran Indonesia, dan bapak Ilmu Faal Indonesia. 

"Beliau bapak Faal Indonesia," kata Hadi.

Informasi dari Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Lanud Adisutjipto, Abdulrachman Saleh juga memiliki sejarah di dunia militer TNI AU dengan pangkat Komodor Muda Udara (Kolonel). Bersama Komodor Muda Utama Adisutjipto, Abdulrachman Saleh pernah ditugaskan saat agresi pertama Belanda. 

Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh gugur bersamaan ketika pesawat yang mereka naiki, Dakota VT-CLA, ditembak oleh tentara Belanda pada 29 Juli1947. Di dalam pesawat juga ada pahlawan nasional Opsir Muda Udara I Adi Sumarmo. Ketiganya dikenang sebagai perintis TNI AU. 

Nama Adisutjipto kini diabadikan sebagai nama bandara di Yogyakarta. Sedangkan Abdulrachman Saleh namanya diabadikan menjadi nama bandara di Malang. Sedangkan nama Adi Sumarmo kini menjadi nama bandara di Boyolali. Marsekal Hadi menjelaskan, Adisutjipto merupakan orang yang pertama kali menerangkan pesawat tipe cureng berlogo merah putih di atas langit Yogya pada tahun 1945.

"Tepatnya pada 26 Oktober 1945, sehingga menjadi tonggak sejarah penerbangan Indonesia dan ada pesan menjaga kedaulatan NKRI," jelas Hadi. 

Adisutjipto juga terlibat dalam berbagai operasi militer TNI AU. Sementara itu, Abdulrachman Saleh waktu masih hidup kerap dijuluki 'karbol'. Juga dikenal sebagai tokoh radio Indonesia, bapak fisiologi kedokteran Indonesia, dan bapak Ilmu Faal Indonesia. 

"Beliau bapak Faal Indonesia," kata Hadi.

Informasi dari Penerangan dan Perpustakaan (Pentak) Lanud Adisutjipto, Abdulrachman Saleh juga memiliki sejarah di dunia militer TNI AU dengan pangkat Komodor Muda Udara (Kolonel). Bersama Komodor Muda Utama Adisutjipto, Abdulrachman Saleh pernah ditugaskan saat agresi pertama Belanda. 

Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh gugur bersamaan ketika pesawat yang mereka naiki, Dakota VT-CLA, ditembak oleh tentara Belanda pada 29 Juli1947. Di dalam pesawat juga ada pahlawan nasional Opsir Muda Udara I Adi Sumarmo. Ketiganya dikenang sebagai perintis TNI AU. 

Nama Adisutjipto kini diabadikan sebagai nama bandara di Yogyakarta. Sedangkan Abdulrachman Saleh namanya diabadikan menjadi nama bandara di Malang. Sedangkan nama Adi Sumarmo kini menjadi nama bandara di Boyolali. (*)



Komentar

Tampilkan

  • Dari Makam Jenderal Soedirman, Panglima TNI Lanjut Ziarah ke Ngoto
  • 0

Terkini