(foto: istimewa)
BUSERNEWS-JAKARTA||Ternyata ini alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagai calon tunggal Panglima TNI ke DPR.

Di antaranya, kata Presiden, Marsekal Hadi layak mengisi jabatan Panglima TNI karena memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat.

“Saya meyakini beliau memiliki kepemimpinan dan kemampuan yang kuat dan bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional,” kata Presiden Jokowi usai meresmikan Jalan Tol Soroja di Gerbang Tol Soreang seperti dikutip dari merdeka.com, Selasa (5/12/2017).

Presiden memastikan pengusulan Marsekal Hadi telah sesuai dengan prosedur. Dia mengatakan, pengajuan Kepala Staf TNI Angkatan Udara itu murni karena Panglima TNI saat ini Gatot Nurmantyo akan segera memasuki pensiun. “Jadi ini mekanisme normal, karena Pak Gatot akan pensiun,” katanya lagi.

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi mengutarakan alasan Jokowi mengusulkan Marsekal Hadi sebagai calon tunggal pengganti Gatot Nurmatyo. Hadi dianggap mampu dan memenuhi kreteria.

“Penunjukan Hadi sebagai calon pengganti Gatot sesuai yang terlampir dalam surat persetujuan ke DPR, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dianggap mampu dan cakap serta memenuhi syarat menjadi Panglima TNI sesuai dengan UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI,” jelasnya.

Pertimbangan lain, lanjut Johan, karena masa pensiun Gatot Nurmantyo akan jatuh pada 1 April 2018. “Pertimbangan pergantian adalah sebentar lagi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki masa pensiun pada tanggal 1 April 2018,” katanya.

Johan menyatakan proses penunjukkan Marsekal Hadi sebagai calon Panglima TNI berlangsung sangat cepat dan tidak memakan waktu lama. 

Namun demikian, dia mengaku tidak tahu apakah pemilihan nama Marsekal Hadi Tjahjanto tersebut sudah dibahas bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo atau tidak-akan-berlanjut. (sumber: merdeka.com)