Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Raja Yordania Ikut Mengkritik Keputusan Trump

12/07/17, 18:22 WIB Last Updated 2020-10-16T09:48:09Z

detikNews | Raja Yordania Ikut Mengkritik Keputusan Trump

BUSER-NEWS.COM | Raja Yordania Abdullah menyuarakan keprihatinannya atas rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan AS ke sana. Dengan mengatakan bahwa kota tersebut merupakan kunci stabilitas regional. 

Pengumuman yang diharapkan Trump telah mendorong paduan suara kritik dan perhatian dari figur regional dan dunia termasuk sekutu penting AS seperti Yordania. Yang mengatakan bahwa risiko tersebut menimbulkan ketidakstabilan dan membunuh harapan kesepakatan damai Israel-Palestina di masa depan. “Tidak ada alternatif untuk solusi dua negara dan Yerusalem adalah kunci untuk setiap kesepakatan damai.” Kata Abdullah. 

Abdullah mengatakan bahwa dia telah “menekankan kembali keprihatinan kami” kepada Trump tentang rencananya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. “Sangat penting untuk bekerja cepat mencapai solusi status akhir dan kesepakatan damai.” Katanya. 

Raja Yordania menambahkan bahwa kesepakatan semacam itu harus memungkinkan sebuah negara Palestina merdeka dan bahwa “mengabaikan hak-hak Muslim dan Kristen Palestina” di kota suci “dapat memicu terorisme.” Abdullah juga merupakan penjaga situs suci umat Islam di Kota Tua Yerusalem.

Erdogan memperingatkan bahwa langkah yang salah yang dilakukan di Yerusalem akan menimbulkan reaksi di seluruh dunia Islam yang bisa menghancurkan fondasi perdamaian. Turki berbagi “kepekaan dan keterusterangan yang sama dengan Yordania dalam hal melindungi kesucian Yerusalem dan status historisnya,” katanya. 

Mengenai Trump. Erdogan mengatakan: “Tidak ada ambisi pribadi seseorang yang boleh mengubah nasib miliaran orang. Langkah semacam itu hanya akan memberi semangat kepada organisasi teroris.” katanya.

Pemerintah Israel menyambut baik langkah kontroversial tersebut. Meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak merujuknya secara langsung dalam sebuah pidato pada hari Rabu. Alih-alih memuji kekuatan hubungan AS-Israel. Meskipun ada tantangan. Israel memiliki “aliansi yang tak tergantikan” dengan Amerika Serikat yang “sangat kuat.” Kata Netanyahu dalam sebuah pidato di Konferensi Diplomatik Jerusalem Post. 

Dia mencerca Trump karena memprovokasi perasaan religius. “Dia telah mendiskualifikasi AS dengan sedih dari setiap dan semua proses perdamaian. Dan pada saat yang sama dia telah memberikan semua ekstremis dan kacang di seluruh dunia yang siap melakukan tindakan kekerasan sebagai alasan yang tepat.

Pengumuman tersebut akan membuat Trump selangkah lebih dekat untuk memenuhi janji kampanyenya untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem . (*)
Komentar

Tampilkan

  • Raja Yordania Ikut Mengkritik Keputusan Trump
  • 0

Terkini