Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Risma Minta Maaf soal Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya

8/20/19, 14:42 WIB Last Updated 2020-10-28T18:00:35Z

GLOBALMEDAN.COM - JAKARTA, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) meminta maaf bila ada kesalahpahaman terkait kejadian di asrama mahasiswa Papua. Dia menyesalkan adanya kejadian tersebut.

"Saya pikir itu tidak perlu saya, sekali lagi kalau memang itu ada kesalahan di kami di Surabaya, saya mohon maaf, tapi tidak benar kalau kami dengan sengaja mengusir, tidak ada itu," kata Risma di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (19/8/2019).

Dia meminta semua pihak menahan diri buntut kejadian di asrama mahasiswa Papua di Surabaya. Risma mengingatkan tak ada perbedaan di antara suku satu dengan yang lain.

Risma juga  menepis isu mahasiswa Papua diusir dari Surabaya. Risma menyebut masyarakat Papua sangat diterima di Surabaya. "Kalau disampaikan ada anak Papua diusir di Surabaya itu tidak betul, Kabag Humas saya dari Papua, dia ada di bawah, jadi itu dari Papua dan beberapa camat dan pejabat saya juga dari Papua, jadi itu tidak betul," kata Risma.

Risma menegaskan tidak benar ada isu pengusiran mahasiswa Papua, sebab jika benar pastinya pejabat di jajajarannya akan diusir terlebih dahulu. Risma memastikan masyarakat Papua diterima dengan baik di Surabaya seperti halnya dia selalu melibatkan warga Papua di acara Pemkot Surabaya.

"Jadi tidak benar kalau ada pengusiran itu. Kalau itu terjadi, mestinya pejabat saya yang duluan, tapi pejabat saya tetap kerja, seluruh mahasiswa yang dari Papua juga masih normal. Dan sekali lagi, boleh dicek selama ini kami di kegiatan apa pun melibatkan mahasiswa Papua yang ada di Surabaya, jadi nggak ada itu," kata Risma.

Rentetan demo di wilayah Papua dan Papua Barat diduga dipicu bentrokan mahasiswa asal Papua dengan aparat di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Ada isu tindakan rasisme mewarnai bentrokan itu. Aksi di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, berujung rusuh, sementara aksi di Jayapura, Papua, berlangsung tertib.

Sebelumnya, polisi sempat menangkap 43 mahasiswa untuk dimintai keterangan terkait dugaan pembuangan bendera Merah Putih, Sabtu (17/8). Mereka dijemput di Asrama Mahasiswa Papua untuk dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Namun kemudian 43 mahasiswa tersebut akhirnya dipulangkan ke asrama.

Penjemputan ini sebelumnya juga sempat berlangsung alot. Mahasiswa awalnya tidak mau ikut polisi. Ketegangan sempat terjadi hingga polisi menembakkan gas air mata. Setelah itu, polisi menerobos masuk asrama, melakukan negosiasi, dan membawa 43 mahasiswa ke dalam 3 truk. (dc)
Komentar

Tampilkan

  • Risma Minta Maaf soal Insiden di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya
  • 0

Terkini