Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Kenshi Medan Helvetia Raih Prestasi Porkot XI/2019

9/30/19, 13:25 WIB Last Updated 2020-10-28T17:59:10Z


GLOBALMEDAN.COM - MEDAN, Kenshi bernama lengkap Radidya Bathara Ismoyo yang merupakan randori kelas 65 kg dewasa putra, atlet Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Medan utusan dari Kecamatan Medan Helvetia, sukses meraih prestasi dengan torehan medali perak di ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan XI/2019.

Cowok kelahiran tahun 1996, bercerita kecintaannya terhadap kempo atas motivasi ayahnya. Meski dilatih dengan keras oleh senpai Billy dan senpai Roni, kenshi yang akrab di sapa Radit ini mengaku tak pernah mendapat tekanan saat latihan. Sampai akhirnya, ia bisa dengan cepat sampai di titik meraih  juara sebagai seorang atlet.

"Awal mula saya masuk bela diri kempo di ajak oleh teman saya. Setelah dua sampai tiga kali saya ikut nonton di tempat latihan. Dari situlah saya mulai tertarik, dan menjadi hobi. Untuk menyalurkan hobi tersebut saya mulai latihan di dojo Kalpataru Helvetia pada tahun 2015" tutur kenshi penyandang sabuk coklat (kyu1) di Medan, Senin (30/9/2019).

Prestasi yanga telah diraih kenshi yang berdomisili di jalan Setia Budi Kompleks, Griya Kalpataru Indah No. A5, Medan Helvetia ini dengan torehan juara 1 randori kelas 65 kg putra pada kejuaraan antar dojo Medan open 1/2016), juara 2 randori kelas 65 kg putra Porkot Medan VIII/2016, juara 1 randori kelas 65 kg putra Porkot IX/2017, juara 3 randori kelas 65 kg putra dan juara 2 randori beregu Selekda 2018, juara 3 randori kelas 65 kg putra Porwil Kota Medan IV/2018, juara 2 randori kelas 65 kg putra Porkot X/2018 dan juara 1 randori kelas 65 kg putra Porwil Kota Medan V/2019.

"Untuk berprestasi awal tahun 2016 saya bergabung hingga sekarang saya masih aktif berlatih. Untuk menghadapi kejuaraan-kejuaraan kempo dan olahraga bela diri merupakan hobi. Karena setelah latihan diri menjadi lebih sehat. Olahraga dan latihan rutin juga membuat kita jadi tidak gampang sakit dan selalu spirit,” kata anak dari pasangan almarhum Lili Suriadi Suryaninigrat, SE dan Sri Dewi Chandrakirana, SE.

Mahasiswa fakultas teknik sipil UMSU ini mengatakan dalam seni beladiri orang akan dianggap hebat jika tampil sebagai pemenang, tentu dengan cara yang fair dan jujur. Di kalangan pecinta dan ahli seni beladiri masing-masing punya argumen dan alasan yang menguatkan dengan tak-tik dan strategi untuk menaklukkan lawan.

Suka dan duka dialami anak kedua dari tiga bersaudara ini selama menjalani sebagai atlet tentunya membuat motivasi dalam diri. Sukanya dengan raihan prestasi membuat cowok yang dilahirkan di Medan ini terpilih menjadi atlet binaan KONI Medan. Sedangkan dukanya harus meringis menahan rasa sakit karena tangan memar karena bertarung di arena.

Pemilik tinggi 174 cm dan berat bdan 64 kg ini selalu menanamkan sikap disiplin dalam dirinya. Ia bukan tipe orang yang senang berkumpul dan menghabiskan waktu semata. Jika ada target yang ingin diraih, hal yang harus dimiliki adalah sikap disiplin dan harus pandai dalam mengatur waktu.

"Keberhasilan seorang atlet bergantung dari dirinya sendiri. Usaha adalah modal utama dan tentunya rezeki telah ditentukan oleh Allah SWT. Saya memiliki harapan yang sangat besar. Sebagai atlet tentu suatu saat dapat ikut pertandingan di kancah nasional untuk mengharumkan nama kota Medan" pungkas pengidola Lebron James dan senpai Jhon Pieter ini. (Bambang)
Komentar

Tampilkan

  • Kenshi Medan Helvetia Raih Prestasi Porkot XI/2019
  • 0

Terkini