Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Komentari Pernyataan Gubernur, FP3SU Sebut Bupati Tapteng Berlebihan

12/28/19, 14:08 WIB Last Updated 2020-10-28T17:58:03Z
Ketua Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumut (FP3SU), Wendy M Tanjung SH.
GLOBALMEDAN.COM, MEDAN - Usai dikritik sejumlah aktivis dan tokoh masyarakat Sumatera Utara, Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani kembali dikritik usai melontarkan komentar terhadap pernyataan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi, yang dinilai tidak mencerminkan sebagai pejabat daerah.

Ketua Forum Pemuda Peduli Pembangunan Sumut (FP3SU), Wendy M Tanjung SH, menyebutkan komentar Bakhtiar Ahmad Sibarani yang ditujukan kepada Gubsu Edy Rahmayadi, tidaklah etis.

"Sebagai Bupati yang usianya jauh lebih muda, gaya komunikasinya harus diperbaiki," ujar Wendy kepada wartawan, Sabtu (28/12) di Medan.

Wendy menilai komentar Bakhtiar Ahmad Sibarani terkesan berlebihan dan arogan menanggapi pernyataan seorang gubernur yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dan punya peran penting dalam kebijakan pembangunan daerah.

Ia menganggap komentar yang disampaikan Bakhtiar Ahmad Sibarani justru terkesan menantang, seperti tidak membutuhkan peran seorang gubernur. Padahal seperti tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2014, gubernur punya wewenang untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan koordinasi pelaksanaan pemerintahan di Sumut, termasuk Tapteng.

"Sepatutnya, Bakhtiar Ahmad Sibarani bisa menunjukkan sikap menghargai. Anggaplah pernyataan gubernur itu sebagai kritik untuk membangun," katanya.

Wendy menyayangkan komentar Bakhtiar justru terkesan terlalu personal tanpa menimbang statusnya sebagai pemimpin daerah, yang seharusnya mengutamakan kepentingan masyarakat Tapteng, khususnya terkait percepatan pembangunan.

Ia menilai komentar Bakhtiar justru membangun dan menggiring opini yang menjadi perdebatan dalam masyarakat.

"Untuk mendukung pembangunan di Tapteng, seyogyanya Bakhtiar bisa membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan pejabat pemerintah di atasnya. Kalau hanya mengandalkan anggaran daerah, apa cukup untuk pembangunan dan mensejahterakan masyarakatnya," papar Wendy.

"Terciptanya hubungan harmonis antara pemkab dan pemprov, sudah pasti akan menguntungkan masyarakat Tapteng," lanjutnya.

Karena hubungan harmonis akan berdampak positif pada program pembangunan.  "Sehingga, upaya pengentasan kemiskinan bukan lagi hal yang sulit," ujarnya.

Wendy pun berharap, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani, sebagai pemimpin daerah yang berkewajiban memperjuangkan kemakmuran bagi masyarakat Tapteng dan selaku pemimpin yang lebih muda, sesegera mungkin membangun komunikasi yang konstruktif dan harmonis dengan pemerintah gubernur.

"Mari menatap kedepan. Utamakan kepentingan masyarakat banyak," tutup Wendy.   

Diberitakan sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi, menyampaikan pernyataan keras terhadap Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani, di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (17/12). Dia menilai kinerja sang bupati tidak memuaskan dan tidak sayang pada rakyat.

Sejak Edy terpilih, Bakhtiar tidak pernah hadir saat diundang Gubernur Sumut. Salah satu yang menjadi pemberitaan adalah saat dia tidak datang pada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019 di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (14/12).

"Anak tidak boleh konflik sama ayahnya. Tetapi setiap saya panggil saya undang untuk membicarakan pembangunan, tidak pernah datang. Bayangkan kalau Anda tidak pernah datang ke rumah orang tua Anda, jangankan dapat sesuatu doa pun tak dikabulkan," kata Edy di rumah dinas Gubernur Sumut, Rabu (18/12).

Menurut Edy, Bakhtiar tak sayang pada rakyatnya. "Untuk memberikan sesuatu pada rakyatnya, tidak mau dan tak pernah datang sampai detik ini. Kalianlah para wartawan yang menilai," ucap Edy.

Usai apel kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru di Lapangan Benteng, Medan, Edy kembali berkomentar terkait masalah itu. "Saya kan bapaknya. Kalau anak melawan bapaknya, berarti durhaka. Saya katakan kalau orang tua dilawan anaknya, berarti anaknya durhaka," sebut Edy.

Menurut dia, apa yang dilakukannya demi pembangunan di Sumut. "Ini untuk membangun Sumut. Bukan untuk lawak-lawak," ucapnya.

Pernyataan yang disampaikan Edy itu dibalas Bupati Tapteng. Bakhtiar balik menyerang orang nomor satu di Pemprov Sumut. Melalui rekaman video, dia meminta mantan Pangkostrad itu belajar bicara dengan sopan.

"Kami yakin tujuan gubernur baik, tapi cara penyampaiannya kurang baik. Oleh sebab itu kami sampaikan Pak Gubernur-nya tolong belajar berbicara dengan baik dan sopan," ucap Bakhtiar. (merdeka/king)
Komentar

Tampilkan

  • Komentari Pernyataan Gubernur, FP3SU Sebut Bupati Tapteng Berlebihan
  • 0

Terkini