Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Aniaya Prajurit TNI, 2 Anggota Klub Moge Meringkuk di Balik Jeruji Besi

11/01/20, 17:25 WIB Last Updated 2020-11-01T10:25:18Z

BUSERSUMUT.COM, BUKIT TINGGI - Dua prajurit TNI dianiaya sejumlah anggota klub sepeda motor gede alias moge di kawasan Bukittinggi, Sumatera Barat. Peristiwa itu terjadi Jumat (30/10) sekitar pukul 16.30 WIB.


Aksi arogansi itu dilakukan anggota klub moge Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (SBC). Sementara kedua korban merupakan anggota Kodim 0304 Agam, Serda M Yusuf dan Serda Mistari.


Danpuspomad, Letjen TNI Dodik Wijanarko menjelaskan, insiden itu berawal ketika kedua korban sedang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BA 2556 LG. Keduanya melewati Jalan Hamka, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Di saat bersamaan melintas rombongan moge Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (SBC).


Kemudian, bersamaan waktu dengan arah yang searah jalan, menyusul rombongan pengendara Moge HOG yang terlepas dari rombongan inti. Sehingga, rombongan itu agak terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan dari rombongan.


"Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan sepeda motor dengan Serda Mistari memberi kesan kurang sopan karena moge tersebut bermain gas di luar batas wajar. Sehingga ke 2 orang prajurit TNI AD yang sedang berboncengan menepi sampai dengan keluar jalan atau berada di bahu jalan," kata Dodik lewat keterangan yang diterima merdeka.com, Sabtu (31/10).



Selanjutnya, melihat perilaku pengendara moge yang tidak wajar tadi, maka ke dua orang anggota TNI tersebut mengejarnya dan memberhentikan dengan cara memotong salah satu peserta rombongan moge. Tepatnya di samping Tarok Kota Bukit Tinggi. Dengan pemberhentian rombongan moge tersebut oleh Serda M Yusuf dengan Serda Mistari, maka terjadi cekcok mulut yang berlanjut dengan terjadinya kesalahpahaman. Hingga, dua orang TNI tersebut dianiaya.


Dodik melanjutkan, akibat kejadian kesalahpahaman yang berujung pada tindakan penganiayaan oleh pelaku rombongan Moge HOG, dua anggota TNI AD tersebut melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku. "Korban Serda M Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tindak pidana tersebut ke Polres Bukit Tinggi Polda Sumatera. Berikut dengan laporan polisi nomor LP/235/K/X/2020/RES Bukit Tinggi atau pelapor Serda Mistari pekerjaan TNI berdinas di Kodim 0304/AGAM," ucapnya.


Dodik mengungkapkan, Polres Bukit Tinggi sedang memintai keterangan terhadap saksi dan korban, maupun yang diduga tersangka dan mengamankan barang bukti lainnya di TKP. Anggota TNI tersebut juga membuat permohonan VER atau visum. Dia menyebut, terhadap kejadian itu, Komandan Kodim 0304/AGAM dan Kapolres Bukit Tinggi telah melakukan tugasnya sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk menuntaskan kejadian tersebut.


2 TERSANGKA

Kepolisian Resort (Polres) Kota Bukittinggi menetapkan dua pengendara rombongan Motor Gede (Moge) Harley Davidson asal Bandung, Jawa Barat sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu setelah anggota moge tersebut melakukan pengeroyokan terhadap dua pemotor yang diketahui Anggota TNI.


Kapolres Kota Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, membenarkan jika adanya penetapan tersangka terhadap dua pengendara Moge tersebut. "Benar, masing-masing berinisial MS (49) dan B (18). Keduanya sementara sudah kami tahan,” kata Kapolres kepada merdeka.com, Sabtu (31/10).


Dia menjelaskan, kedua tersangka ditetapkan dikenakan Pasal 170 KUHP terkait dugaan pengeroyokan. Saat ini, kedua tersangka sudah ditahan di Rutan Polres Bukittinggi untuk penyelidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya, para pelaku mengucapkan permintaan maaf usai menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.


"Iya, ada permintaan maaf yang disampaikan setelah menjalani pemeriksaan tadi malam," kata Kapolres Kota Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, di Bukittinggi, Sabtu (31/10).


Dia menjelaskan, permintaan maaf disampaikan yang direkam dalam bentuk video. Namun, lanjut Dody, walaupun pengendara telah menyatakan permintaan maaf, kasus dugaan pengeroyokan itu tetap berlanjut. Keduanya dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.


"Pasal yang kita persangkakan Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara," kata Stefanus. (sumber: merdeka)

Komentar

Tampilkan

  • Aniaya Prajurit TNI, 2 Anggota Klub Moge Meringkuk di Balik Jeruji Besi
  • 0

Terkini