-->

Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Komjen Listyo Sigit Prabowo Calon Tunggal Kapolri

1/14/21, 13:27 WIB Last Updated 2021-01-14T06:27:49Z

BUSERSUMUT.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo resmi mengajukan nama Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo, Kepala Bareskrim Polri, sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) kepada DPR, Rabu (13/1). Komjen Listyo Sigit Prabowo akan menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis yang memasuki purna bakti pada akir Januari 2021.


Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa nama Komjen Listyo Sigit Prabowo dikirimkan ke DPR oleh Praktikno, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg). "Surat presiden (Surpres) telah diterima dari Bapak Presiden yang mana menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan calon nama tunggal Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si," katanya.


Listyo Sigit Prabowo merupakan mantan ajudan Presiden Joko Widodo periode 2014-2016. Kedekatan antara keduany bermula saat menjadi Kapolres Surakarta (2010) dan Jokowi sebagai Walikota Solo. Sebelum didapuk menjadi Kabareskrim sejak tahun lalu, Listyo pernah menjadi Kadiv Propam Mabes Polri dan Kapolda Banten.


Pasca menerima Surpres tersebut, Komisi III DPR sebagai mitra kerja Kepolisian RI akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo.


Chemistry


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai calon tunggal Kapolri. Jokowi dinilai pasti sudah memilih sosok yang terbaik di antara sejumlah nama jenderal yang disodorkan.


'Sebagaimana lazimnya orang bijak, beliau lebih banyak diam, memposisikan diri sebagai pendengar aktif. Artinya beliau berusaha memahami informasi yang diterima, mencerna, baru kemudian memberikan respons dengan bijak," kata Komisioner Kompolnas Periode 2016-2020 Andrea H Poeloengan kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).


Andrea menilai Jokowi pasti sudah menimbang masak-masak memilih Listyo Sigit, eks ajudannya tersebut sebagai calon tunggal Kapolri. Menurutnya, Jokowi butuh sosok yang bisa dipercaya dan mampu mengemban berbagai tugas berat. Karena itu, chemistry sangatlah diperlukan.


"Selain pemilihan Kapolri adalah hak prerogatif Presiden, juga seorang Kapolri harus mempunyai keterhubungan dan 'chemistry' yang kukuh dan kental, sehingga dapat menterjemahkan kehendak Presiden berdasarkan Konstitusi dan peraturan perundang-undangan untuk mengakomodir kebutuhan dan harapan serta memahami kekhawatiran rakyat, membangun kesejahteraan rakyat dan menjaga keutuhan NKRI," jelas Andrea.


Andrea pribadi menilai Komjen Listyo Sigit layak diangkat sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis, yang akan memasuki masa pensiun. Dia meyakini eks Kapolda Banten itu bisa mengemban amanah dengan baik.


"Beliau layak diangkat sebagai Kapolri dan didukung oleh pemangku kepentingan, khususnya dalam tubuh Polri, guna memperlancar Presiden dalam mengemban amanahnya bagi rakyat Indonesia," ucap Andrea.


"Presiden kita bersama, Kapolri kita bersama, untuk negara kita bersama," imbuh dosen STIK-PTIK ini.


Mohon Doa


Sigit memohon doa semua pihak agar bisa menjalankan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan baik.

"Mohon doanya agar bisa melaksanakan rangkaian fit and proper test dengan baik," kata Sigit kepada detikcom, Rabu (13/1/2021).


Sigit kemudian mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya selama ini.


"Terima kasih atas dukungan dan support-nya," ucap Sigit.


Untuk diketahui, Komjen Sigit merupakan salah satu nama yang direkomendasikan Kompolnas dan merupakan calon tunggal Kapolri. Disetornya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani di gedung DPR, Rabu (13/1).



"Surpres telah kami terima dari bapak presiden yang mana bapak presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal yaitu bapak Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim di Polri," ujar Puan di gedung DPR siang ini.


Punya 1 Fortuner


Melihat Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 11 Desember 2020/Khusus - Awal Menjabat, Komjen Listyo Sigit memiliki total harta kekayaan Rp 8 miliar, tepatnya Rp 8.314.735.000.


Untuk kendaraan bermotor yang dilaporkan di LHKPN, Komjen Listyo Sigit cuma punya satu unit kendaraan. Dia hanya memiliki Toyota Fortuner, berdasarkan LHKPN.


Toyota Fortuner yang dimiliki Komjen Listyo Sigit merupakan Fortuner tahun 2018 dengan hasil sendiri. Fortuner milik Komjen Listyo Sigit itu ditaksir memiliki nilai Rp 320 juta.


Di dalam LHKPN Komjen Listyo Sigit juga terdaftar harta bergerak lainnya senilai Rp 975 juta. Ada juga tanah dan bangunan dengan total Rp 6.150.000.000, serta kas dan setara kas senilai Rp 869.735.000.


Selanjutnya, Komjen Listyo Sigit Prabowo akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan oleh Komisi III DPR yang merupakan mitra kerja Polri. Setelah menjalani fit and proper test, tahapan selanjutnya adalah pengesahan di paripurna DPR dan dilanjutkan pelantikan di Istana Negara.



Adapun Kapolri saat ini, Jenderal Idham Azis sedikit lagi akan memasuki masa pensiun. Idham menjabat sebagai Kapolri mulai 1 November 2019 dan pensiun pada Februari 2021.



KPK mengimbau calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN). Sebab, LHKPN Komjen Listyo Sigit yang tercatat di KPK belum lengkap.

Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati mengatakan berdasarkan data laporan kekayaan yang diakses melalui laman elhkpn, tercatat LHKPN Komjen Listyo Sigit telah disampaikan pada 11 Desember 2020 untuk jenis pelaporan khusus awal menjabat untuk tahun pelaporan 2019. Namun kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan perlu dilengkapi.


"Terkait status pengumuman LHKPN yang tercatat tidak lengkap, maka sebagai wajib LHKPN, kelengkapan dokumen yang harus dilampirkan dapat dilengkapi saat menyampaikan laporan periodik tahun pelaporan 2020 yang dilakukan mulai tanggal 1 Januari hingga 31 Maret 2021," kata Ipi kepada wartawan, Rabu (13/1/2021).


Ipi menyebut KPK berwenang melakukan pendaftaran dan pemeriksaan terhadap LHKPN sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 19 Tahun 2019 Pasal 7 ayat (1) huruf a. Bagi KPK, kata Ipi, kewenangan ini senantiasa terus dilakukan dalam rangka meningkatkan integritas dan membangun akuntabilitas penyelenggara negara sebagai salah satu upaya pencegahan tindak pidana korupsi.


"Kami berharap LHKPN dapat menjadi instrumen pengawasan yang menimbulkan keyakinan pada diri PN bahwa laporan mereka diperiksa dan diawasi. Harapannya, pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan publik terhadap integritas PN yang telah melaporkan harta kekayaannya secara jujur, lengkap dan benar," katanya.


Presiden Jokowi sudah memutuskan Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi calon Kapolri pengganti Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Komjen Listyo Sigit Prabowo merupakan salah satu nama yang direkomendasikan Kompolnas dan merupakan calon tunggal Kapolri.


Disetornya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo disampaikan oleh Ketua DPR Puan Maharani di gedung DPR, Rabu (13/1). Surat presiden untuk calon Kapolri dikirimkan ke DPR hari ini langsung oleh Mensesneg Pratikno.


KPK mengimbau calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara (LHKPN). "Surpres telah kami terima dari Bapak Presiden, yang mana Bapak Presiden menyampaikan usulan pejabat Kapolri yang akan datang dengan nama tunggal, yaitu Bapak Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Kabareskrim di Polri," ujar Puan.


Istana berharap DPR segera menyelesaikan proses terkait Kapolri baru. Proses di DPR memiliki waktu 20 hari. (nt)

Komentar

Tampilkan

  • Komjen Listyo Sigit Prabowo Calon Tunggal Kapolri
  • 0

Terkini