Notification

×
Copyright © Best Viral Premium Blogger Templates

Iklan

Cari Korban di Aplikasi Wichat, Komplotan Perampok Modus Prostitusi Dibongkar Polisi

2/19/21, 17:00 WIB Last Updated 2021-02-19T10:07:16Z

BUSERSUMUT.COM, MEDAN - Komplotan perampokan bermodus kencan dengan wanita berhasil dibongkar Reskrim Polsek Medan Baru. Tiga dari lima pelaku diamankan bersama barang bukti, yakni Muhammad Syafril Arif Sani (21) warga Jalan Klambir V, Raudatul Hadawiah Nasution alias Bunga (25) warga Jalan Sei Pelita, Sei Mencirim, Sunggal dan Andi Pardede alias Botak (21) warga Jalan Gajah Mada, Medan. 


Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Irwansyah Sitorus mengatakan peristiwa itu terjadi Sabtu (13/2/2021), sekira pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban melakukan chatting anak melalui aplikasi Michat dengan pemilik aplikasi atas nama Clarisa. Korban diduga dirayu untuk berhubungan intim. Keduanya pun sepakat bertemu di Hotel Cherry Garden, kamar 26 yang terletak di Jalan KH Hasyim, Medan.


Saat berada di dalam kamar, korban mendapati orang yang berbeda dengan foto yang tertera di aplikasi. Tak terima, korban pun menjelaskan kepada dua orang wanita yang berada di dalam kamar, Lia dan Bunga untuk membatalkan perjanjian. 


Namun, kedua wanita tersebut tak terima dengan permintaan korban dan memaksa korban membayar Rp 500.000 sebagai uang pembatalan. “Korban yang tidak mau bayar, menimbulkan percekcokan antara korban dengan pelaku Lia dan Bunga di kamar tersebut,” tutur Irwansyah.


Kedua wanita tadi langsung melakukan kekerasan terhadap korban. Bunga menendang korban, sedangkan Lia merampas ponsel milik korban.

Tak lama, datang teman pelaku yang bernama Arif Sani, Botak dan Sandi ke kamar tersebut. Pelaku Arif sani dan sandi melakukan kekerasan terhadap korban sedangkan pelaku sandi menjaga -jaga di pintu dan mengancam-nancam korban.


"Tak tahan menerima perlakuan para pelaku, korban akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp 400.000 kepada para pelaku. Namun para pelaku tetap tak terima dan melakukan kekerasan kepada korban," kata Irwansyah.


Bunga kemudian merampas sebuah kalung emas milik korban dari lehernya dan langsung pergi. Para pelaku menyekap korban di dalam kamar, pelaku lain menunggu kedatangan Bunga yang menjual kalung emas korban. Bunga kemudian kembali dan membawa uang sebesar Rp 2.000.000 hasil penjualan kalung emas korban di toko mas di Sei Sikambing Medan. Setelah itu pelaku Bunga mengembalikan uang sebesar Rp.250.000 dan handphone kepada korban.


Usai merampas harta benda milik korban, para pelaku memperbolehkan korban untuk pulang. Para pelaku pergi ke Lapangan Gajah Mada dan membagi-bagikan uang hasil penjualan kalung emas milik korban tersebut. Setelah itu pelaku Bunga, Lia, Sandi dan Botak pergi. Sementara pelaku Arif Sani kembali ke hotel.


Saat santai duduk di depan hotel, apes pun menimpa para pelaku. Keluarga korban yang mendapat informasi dari korban pun mendatangi hotel tersebut dan bertemu dengan Arif Sani. Tak membuang waktu, pihak keluarga pun langsung menghubungi petugas Polsek Medan Baru dan langsung menangkap Arif Sani.


“Saat kita amankan, kita berhasil mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 700.000 dari Arif Sani,” lanjutnya.


Petugas pun melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua pelaku lainnya. “Saat ini kasus masih kita kembangkan untuk mengejar pelaku lainnya,” pungkasnya. (ri)

Komentar

Tampilkan

  • Cari Korban di Aplikasi Wichat, Komplotan Perampok Modus Prostitusi Dibongkar Polisi
  • 0

Terkini